Materi 7 tentang keterampialn bertanya

A. Pengertian Keterampilan Dasar Bertanya


                Keterampilan dasar mengajar (teaching skills) adalah kemampuan atau keterampilan yang bersifat khusus (most specific instructional behaviors) yang harus dimiliki oleh guru, dosen, instruktur atau widyaiswara agar dapat melaksanakan tugas mengajar secara efektif, efisien dan profesional (As. Gilcman,1991). Dengan demikian keterampilan dasar mengajar berkenaan dengan beberapa keterampilan atau kemampuan yang bersifat mendasar dan harus dikuasai oleh tenaga pengajar. 


Secara etimologi keterampilan bertanya berasal dari dua suku kata yaitu terampil dan tanya. Menurut kamus besar bahasa indonesia “bertanya” berasal dari kata tanya yang berarti permintaan keterangan. Sedangkan kata “terampil” yang berarti cakap, mampu, atau cekatan dalam melaksanakan tugas (dalam cucun sunaengsih, dede tatang sunarya 2018 hal72). Ketrampilan beratanya sangat perlu dikuasai guru untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.
Jadi dari pengertian diatas maka dapat didieskripsikan bahwa keterampilan bertanya adalah kecakapan,keahlian, kepandaian, kemampuan dalam meminta suatu keterangan atau penjelasan kepada orang lain yang lebuh memahaminya atau orang yang lebih mahir.
Keterampilan bertanya adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari pembelajaran karna pembelajaran sendiri merupakan upaya untuk mendapatkan informasi atau pengetahuan baru yang merupkan salah satu tujuan dari pembelajaran. Bentuk pertanyaan dalam pembelajaran tidak harus berupa kalimat tanya tetapi dalam proses pembelajaran setiap pertanyaan baik berupa kalimat tanya atau suruhan yang menuntut respon siswa sehingga siswa memperoleh pengetahuan dan peningkatan kemampuan berfikir, dimasukan dalam pertanyaan (cucun sunaengsih, dede tatang sunarya 2018 hal72).

keterampilan bertanya dapat diklasifikasiskan menjadi 2 yaitu keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjutan.
1.      Keterampilan bertanya dasar
(cucun sunaengsih, dede tatang sunarya 2018 hal72) mengemukakan keterampilan bertanya dasar adalah pertanyaan dasar atau pokokyang berfungsi sebagai sebagi stimulus untuk merangsang munculnya respon atau jawaban dari sisiwa. Keterampilan bertanya dasar mencakup pertanyaan yang jelas dan singkat, pertanyaan yang disertai giliran, penyebaran pertanyaan keseluruh kelas dan peserta didik, pemberian waktu berfikir, pemberian tuntunan 9dapatmengungkapakan pertanyaan menjadi lebih sederhana).

Tujuan keterampilan bertanya dasar menurut Turney dalam (cucun sunaengsih, dede tatang sunarya 2018 hal71). Adalah sbb:
1.      Membengangkutkan minat dan kengin tahuan siswa mengenai suatu topik, artinya keterampilan dasar dimaksudkan untuk merangsang gairah belajar peserta didik
2.      Memusatkan perhatian pada maslah tertentu, artinya memfokuskan kan peserta didik pada suatu materi pelajaran
3.      Pertnyaan yang menuntut pengorganisasian atau melatih kemampuan berfikir sisiwa
4.      Memusatkan perhatian pada masalah tertentu.

Selain itu ada tujuan keterampilan bertanya dasar yaitu:
 a. Mengurangi dominasi pengajar.
 b. Mendorong keberanian peserta didikuntuk berpendapat.
c. meningkatkan partisipasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran
d. mengarahkan kegiatan pembelajaran agar focus kepada kompetensi yang ditetapkan.
Komponen keterampilan bertanya dasar

 a. Pertanyaan diaiukan secara ielas
 b. Pertanyaan memancing pendapat atau keaktifan peserta didik
 c. Pemberian acuan
 d. Pemusatan
e. Pemindahan giliran
f. Penyebaran
g. Pemberian waktu berpiki h. Pembe an tuntunan
i. Pengaturan tingkat kognitif pertanyaan
 j. Pengaturan u.utan pertanyaan
k. Penggunaan pertanyaan pelacak
 L Peningkatanterjadinyainteraksi

Prinsip penggunaan Keterampilan bertanya dasar:
a.       Kehangatan dan keantusiasan, dalam kegiatan bertanya guru hendajnya menciptakan suasan yang hnagat dan antusias
b.      Memberikan waktu berfikir

2.      Keterampilan bertanya lanjutan
Keterampian bertanya lanjutan ini merupakan lanjutan dari ketrampilan bertanya dasar, ketrampilan bertanya lanjutan yang perlu dikuasai adalah pengubahan tuntunan berfikir kognitif, pengaturan urutan pertanyaan, pertanyaan pelacak dan peningkatan yang dapat menimbulkan terjadinya interaksi edukatif.

B.     KETERAMPILAN MEMBERI PENGUATAN

Keterampilan memberi pengauatan(reiforcoment)  dilakukan saat peserta didik berhasil melaksanakan kegiatan yang dikehendaki.ketrampilan memberi pengauatan berarti sebagai bentuk modifikasi perilaku berupa pemberian respon positif dari guru yang biasanya berupa puijian atas perilaku atau hasil kerja yang dibuat oleh peserta didik sehingga respon terhadap suatu perilaku tersebut meningkat. Adapun dalam pemberian penguatan dapat berupa verbal dan non verbal. Penguatansecara verbal dapat dilakukan dengan cara pujian dengan kata-kata yang positif sedangkan penguatan non verbal dapat dilakukan dengan cara gerakan mendekati peserta didik,tatap mata,sentuhan,atau acungan jempol dll.
Tujuan penguatan:
1.      Meningkatkan perhatian peserta didik terhadap pembelajaran
2.      Merangsang dan meningkatkan motivasi belajar
3.      Meningkatkan kegiatan belajar sekaligus untuk membina perilaku prodiuktif




Prinsip-prinsip penguatan
1.      Kehangatan dan keantusiasan, dalam memberikan penguatan kepada peserta didik hendaklah menunjukkan wajah dan ekspresi yang menarik sehingga peserta didik merasa senang
2.      Kebermaknaan Pemberian penguatan hendaknya disesuaikan dengan tingkat pencapaian keberhasilan peserta didik dan mempunyai rnakna bagi peserta didik yang melakukan nya
3.      perbuatan baik sesuai yang diharapkan,Hindari Penggunaan Penguatan Negatif Walaupun pemberian kritik atau hukuman adalah efektif untuk dapat mengubah motivasi,penampilan dan perilaku peserta didik, namun pemberiian kritik atau hukuman memiliki akibat yang sangat kompleks, dan secara psikologis agak kontroversial. Olel karena itu sebaiknya dihindari munculnya sejumlah akibat yang tidak dikehendaki seperti misalnya: peserta didik menjadi frustasi,pemberani, serta kemungkinan hukuman yang dianggap sebagai kebanggaan,dan perilaku negatifakan terulang
4.       Penggunaan Penguatan secara Bervariasi Pembelajaran penguatan hendaknya diberikan secara bervariasi baik komponen maupun caranya. Penggunaan  dan jenis komponen yang sama misalnya pengajaran menggunakan kata-kata "bagus" akan mengurangi efektivitas pemberian penguatan. 
5.      Penguatan hendaknya dilakukan segera, jangan sampai ditunda.

Komponen pemberian penguatan
 a. Penguatan secara verbal, dengan kata-kata pujian atau penghargaan
 b. Penguatan secara non verbal, dengan menggunakan mimik dan gerakan badan
 c. Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan
d. Penguatan berupa simboldan benda


C.    KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI

Keterampilan mengadakan variasi adalah suatu bentuk perubahan atau perbedaan yang dilakukan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran yang bertujuan untuk mengurangi kebosanan siswa sehingga perhatian siswa terpusat pada pembelajaran. Djamarah 2005 dalam rifma:2016 menjelaskan keterampilan mengadakan variasi dalam proses pembelajaran meliputi tiga aspek yaitu variasi dalam mengajar, variasi dalam menggunakan media dan bahan pengajaran, variasi dalam interaksi guru dengan sisiwa.
Lebih lanjut djamardi 2009 dalam Rifma 2016 variasi mengajar meliputi suara jeda, pemusatan gerak, dan kontak badan. Variasi oenglihatan penggunaan indra dilakukan dengan pemanipulasian indera pendengaran, penciuman dan perabaan komponenvariasi ini erat kaitannya dengan variasi penggunaan media. Variasi pola interaksi mencakup pola hubungan guru dengan sisiwa dan penerapan keterampilan variasi harus dengan maksud tertentu dan tujuan yang jelas serta berhungan dengan latar belakng sosial budaya serta berkesinambungan.

Tujuan mengadakan variasi untuk:
a. Mengatasi kebosanan peserta didik sehjngga dalam proses pembelajaran peserta didik      senantiasa menunjukkan ketekunan, antusiasme,serta penuh partisipasi
b. Menjadikan proses pembelajaran lebih hidupdan tebih bermakna
c. meningkatkan perhatian peserta didik terhadap materi yang dipelajari serta kompetensj  yang harus dikuasai.
d. Memotivasi peserta didik aktifdalam pembelajaran

Komponen dalam variasi mengajar :
1) Varjasi suara
 2) Variasi kontak pandang
 3) VariasigeEkan badan atau anqqota badan dan mimik
4) Pergantian posisi pengajar maupun peserta didik
5) Variasi dalam pemanfaatan media pembelaja€n Variasi dalam pemanfaatanmedia pembelajaranantara media yang dapat dilihat (y/sua/), media yang dapat didengar (audro), dan audio-visua, atau kombinasinya dalam bentuk multimedia.

Prinsip Penggunaan  yang harus diperhatikan pengajar dalam mengadakan variasi adalah:
a. Tepat guna: media dan alat pembelajaran yang digunakan sesuai dengan tuntut2_ kompetensi serta karakteristik materi pembelajaran.
b. Daya guna: media dan alat pembelajaran yang digunakan mampu peserta didik
c. Sesuai dengan kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik: kognitif, psikomotor.
d. Sesuai dengan jenis materi pembelajaran apakah: fakta, konsep, prinsip. prosedur
 e. Sesuaidengan kemamapuan pengajar
 f. Sesuai dengan kondisi kelas/sekolah menyangkut sarana maupun prasarana -,?T tersedia
 g. Tidak berlebihan

D.    KETERAMPILAN MENJELASKAN
Ketermpilan menjelaskan (eplanning skill) dalam pembelajaran adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasikan secara sistem untuk menunjukkan adanya hubungan satu dengan yang lainnya misalnya sebab dan akibat atau prosedur pengajaran. Penyampaian informasi yang terencana dengan baik dan disajikan dengan menginteraksikan bebagai kemampuan mengajar yang dimiliki guru merupakan ciri utama dalam kegiatan menjelaskan yang berhasil. Dan keterampilan menjelaskan ini harus dikuasai oleh guru hal ini agar sisiwa memperoleh pemahamn yang utuh dan jelas tentang materi yang dijelaskan guru.

Prinsup-prinsip keterampilan menjelskan :
1.      Keterkaitan dengan tujuan, apa pun yang dijelskankan guru harus berkaitan dengan tujuan pembeljaran ynag hendak divapai dan tidak boleh menyimpang dari pembeljaran
2.      Relevan antar penjelsan dengan materi dan karteristik siswa, penjelsan harus sesuai dengan materi yang diajrkan dan hindari improvisasi yang berlebihan
3.      Kebermaknaan, apapun yang dijelaskan guru harus bermakna bagi siswa baik di masa sekarang maupaun mendatang
4.      Dinamis, agar pembelajaran menarik maka guu dapat memadukannya dengan tanya jawab atau media pembeljaran yang menraik perhatian sisiwa
5.      Penjelasan dilakukan dalam kegiatan pendahuluan,inti, dan kegiatan penutup.

TujuanKeterampilan menjelaskan bertujuan untuk:

a. membantu peserta didik dalam memahami fakta, konsep, prinsip, atau prosedur, serta membantu memecahkan permasalahan dalam kegiatan pembelajaran.
 b. Melibatkan peserta didik untuk berpikir serta mengkomunikasikan ide dan gagasannya
c. memperkuat struktur kognitif yang berhubungan dengan bahan pembelajaran.
d.mendapatkan balikan dari peserta didik tentang penguasaan kompetensi yang harus
dikuasai.

Komponen keterampilan menjelaskan terdiri atas:

a. Pembawa pesan, yakni pengajar, dengan kompetensiyang dimiliki dan kesiapan yang
dapat dilakukan.
b. lsi pesan, yakni kompeiensidanmateri pembelajaranyang harus dikuasai peserta didik
 c. Media dan alat (software dan hatdwarc) dengan karakteristik dan kesiapannya d. Penerima pesan, yakni peserta didik dengan karakteristik dan kesiapannya.








DAFTAR RUJUKAN

Cucun Sunaengsih, Dede Tatang Sunarya. 2018. Pembelajaran Mikro. Sumedang : UPI Sumedang Press
Marwiyah aluddin, khaerul ummah. 2018. Perancang pembelajaran kontemporer berbasis penerapan kurikulum. Yogyakarta: Depuplish
Rusman. 2017. Belajar dan pemeblajaran berorientasi standar prosdes pendidikan. Jakarta: kencana
Rifma. 2016. Optimalisasi pembinaan kompetensi pedagogik guru. Jakarta: kencana

Komentar